Review Represi - Fakhrisina Amalia

Hallo.. comeback to my blog guys. Di blogku kali ini, aku bakalan ngebahas satu buku dari penulis yang bernama Fakhrisina Amalia yang berjudul “Represi”. Buku yang bercerita tentang mental illness atau yang sering disebut dengan ‘Depresi’. Sebelum itu kita kenalan dengan penulis dan penerbitnya dulu yaa.





Penulis: Fakhrisina Amalia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN 9786020611945

Tahun Terbit 2018

Sinopsis :

Awalnya hidup Anna berjalan baik-baik saja.

Meski tidak terlalu dekat dengan ayahnya, Anna punya seorang ibu dan para sahabat yang setia. Sejak SMA, para sahabatnya yang mendampingi Anna, memahami gadis itu melebihi dirinya sendiri.

Namun, keadaan berubah ketika Anna mulai menjauh dari para sahabatnya. Bukan hanya itu, hubungan dia dengan ibunya pun memburuk. Anna semakin hari menjadi sosok yang semakin asing. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Anna, hingga pada suatu hari, dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang ternyata penuh luka. 

Represi merupakan novel kelima penulis setelah sebelumnya menerbitkan Confession, All You Need is Love, Happiness, dan Persona. Saat ini penulis sedang menyelesaikan kuliah di Magister Psikologi Profesi Universitas Islam Indonesia.

Seperti yang dijelaskan di akhir cerita, buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulisnya langsung. Saat ia merasakan ketakutan dirinya sendiri menjadi tidak cukup baik untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri.

”Hubungan dua orang nggak cuma tentang menyenangkan hati orang lain tanpa memedulikan diri sendiri.” (hlm.133)

Kasus yang Anna hadapi mungkin adalah satu dari beribu kasus tentang orang yang ingin mengakhiri dirinya. Jujur, aku merasakan ketakutan yang Anna hadapi. Hidup dengan keluarga yang berkecukupan dimana keluarga seperti ini yang diharapkan oleh kebanyakan orang. Tapi siapa yang tahu, Anna dituntut menjadi anak yang kuat dan pemberani. Dimana orang tuanya sendiri selalu berharap Anna baik-baik saja. Sejak kecil Anna di ajarkan untuk tidak cengeng “Ayah nggak suka anak cengeng” begitulah kata ayah Anna. Namun justru itu yang membuat Anna berusaha untuk tidak menangis dan selalu menjadi Anna yang kuat.

Anna mempunyai sahabat-sahabat yang sangat menyayanginya. Bahkan sahabatnya lebih mengerti dirinya daripada kedua orang tuanya. Hingga ia bertemu seorang lelaki yang bernama Sky. Hidup Anna mulai berubah, Anna yang biasanya selalu rutin hadir disetiap pertemuan mingguannya pun mulai mengurangi kehadirannya dan memilih bersama Sky-pacarnya. Hmm.. klise memang. Bisa dikatakan hubungan Anna dan Sky adalah Toxic Relationship. Dimana Anna menjadikan Sky adalah poros dari dunianya. Ya, wajar sih. Disaat dia tidak mendapatkan kasih sayang seperti itu dari Ayahnya, lalu ia bertemu Sky yang menjadikannya seperti Ratu. Sampai pada akhirnya ia benar-benar menjauh dari keempat sahabatnya. Tapi siapa yang tahu, Sky yang di anggung-anggungkan oleh Anna tidak sebaik yang Anna pikirkan. Hingga, mimpi-mimpi di masa lalu Anna datang kembali setiap malam. Lalu, Anna memilih mengakhiri hidupnya.

“Kadang-kadang manusia lebih senang bersikap rapuh dan kalah berlarut-larut dari keadaan daripada berusaha mengeluarkan kekuatannya sendiri. Kita semua pernah begitu, tapi ketahuilah kita akan selalu punya pilihan untuk menemukan kekuatan kita atau bersikap seperti orang yang paling malang sedunia.” (hlm. 237-238)

Percobaan bunuh diri yang Anna hadapi membawanya kepada pertemuan dengan seorang Psikolog yang bernama Nabila. Awalnya Anna bosan dengan Nabila, seperti yang kebanyakan orang pikirkan berada diruangan Psikolog sama saja seperti orang yang mengalami gangguan mental ataupun sakit jiwa. Tapi, Nabila berhasil mengubah pandangan Anna tentang stereotype itu. Disini aku suka cara Nabila membuat pasiennya nyaman untuk bercerita tanpa menghakimi kisah yang Anna alami. Aku suka cara penulis dalam membentuk karakter Anna, mungkin karena penulis adalah Psikolog juga yaa hehe. Nabila membuat Anna bebas bercerita tanpa membuatnya merasa berat untuk berbagi kisah kelamnya. Mulai dari hubungannya dengan keluarga, kisah bersama sahabat-sahabatnya, kisah percintaannya sampai kepada kisah masa lalu yang selalu menghantuinya. Anna bercerita tanpa beban apapun. Seolah-olah Anna seperti buku yang terbuka dihadapan Nabila.

Cerita ini dibuat dari sudut pandang orang ketiga, dimana didalam cerita ini terdapat alur maju dan alur mundur, kisah Anna lah menjadi pusat utamanya. Sebenarnya cerita ini termasuk ke dalam cerita yang dark, tetapi penulis berhasil membuat cerita ini kedalam bacaan yang ringan untuk dibaca. Jadi, aku menamatkannya dalam sekali bacaan. Dan di akhir cerita juga aku merasakan plot twistnya. Aku suka perubahan karakter Anna di akhir cerita. Bagaimana Anna dalam menyikapi hidupnya, dan lebih menghargai dirinya. Trus Epilognya juga manis hehe.

Terus aku juga suka dengan sifat dan sikap sahabat Anna yang selalu berusaha ada untuk Anna. Jadi mau punya sahabat seperti itu hahaha.

“Pada dasarnya, sepanjang hidup manusia hanya membutuhkan dua hal penting yang bisa membantu mereka mewujudkan semua kebutuhan dan keinginan; waktu dan kesempatan.” (hlm. 250)

Represi adalah karya pertama yang aku baca dan secara keseluruhan aku menikmati setiap isinya. Mungkin nanti aku akan mencoba membaca karya Fakhrisina yang lain. btw, Pesona lagi diperjalanan nanti kalau sudah sampai aku juga bakalan ngereviewnya.

Oke, sebelum review berakhir aku juga bakalan memberikan motivasi ataupun nasihat  tentang mereka diluar sana yang merasa kesepian dan butuh teman cerita.

Hai, siapapun kamu yang baca tulisanku ini; kamu berharga. Sungguh. Terus semangat menjalani harimu ya. Jangan takut bercerita terutama kepada orang yang benar-benar kamu percaya. Bercerita akan membuatmu lega, percayalah. Jangan merasa sendiri. Dan kalaupun kamu sudah memasuki tahap depresi tidak ada salahnya kok kalau kamu ingin menemui psikolog, mungkin bebanmu akan sedikit terangkat karena mereka mempunyai caranya sendiri untuk membuatmu sembuh. Setelah itu, tersenyumlah.

Jadi, sekian review dari aku. Novel ini worth it untuk dibaca jadi segera jemput mereka di Gramedia ataupun TokBuk Online yaa..

Ohiyaa.. sedikit cerita sebelum berakhir. Jadi, sebelum aku post ini review, aku bingung dong mau pakai foto yang mana karena dua-duanya menarik. Dan terakhir aku pake foto di atas. Terimakasih buat yang sudah vote baik di Instagram ataupun di Grub Chat.

Salam sayang, c.fira ^^

Baca juga

2 komentar

Posting Komentar