Review La Dolte Vita - Nina Ruriya

Foto by @antaaress_


Judul: La Dolte Vita
Penulis: Nina Ruriya
Editor: Ruth Priscilla Angelina
Penyelia Naskah: Vania Adinda
Desain Sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020643359

Sinopsis: 

Niccoletta Navarro atau akrab di sapa Nic baru saja dipecat dari redaksi Majalah Posh! di New York karena entah bagaimana artikel yang ia tulis begitu subjektif sampai menggemparkan dunia selebritas dan menuai kritik pedas dari sesama jurnalis. Tidak mungkin ada cara untuk menyelamatkan karier yang sudah tujuh tahun Nic bangun dengan susah payah.

Sementara di belahan kota lainnya Vincenzio Vasari, setelah dua kali batal menikah, justru dicampakkan oleh calon istrinya sendiri di hadapan altar basilika yang indah di Tuscany--di depan dua mantan calon istrinya yang terdahulu. Vin belum pernah merasa begitu malu dalam hidupnya. Tapi mungkin karna itu yang harus ditanggung seorang playboy seperti dirinya.

Keduanya, entah takdir atau bukan, bertemu di Italia. Nic dan Vin menyusuri jalanan indah Roma, tur dari satu basilika ke basilika lainnya, mencicipi minuman anggur terbaik, dan mungkin saling jatuh cinta.

Masalahnya, Nic sudah bertunangan dan Vin sudah tidak percaya dengan pernikahan. Di tengah itu, mereka malah terbelit oleh rahasia kelam sebuah keluarga tradisional Italia yang membuat keduanya justru saling mengecewakan.

***

"Setiap orang punya masa lalu. Ada yang kita kenang-kenang, ada yang tidak ingin kita ingat. Dan untuk melupakan masa lalu butuh usaha yang keras. Bukan begitu?"

Pernah nggak kalian baru baca buku tapi pada halaman pertama kalian sudah jatuh cinta dengan tokoh utamanya?

Nah aku pernah. Salah satunya tokoh di buku ini. Namanya Vin. Ia batal nikah karena mempelai wanitanya mendadak tidak bersedia menjadi istri Vin. Dan yang lebih parah lagi Vin di permalukan di depan altar dan di saksikan oleh banyak orang. Saat itu, aku sebagai pembaca sangat prihatin dan malu jika saja berada di posisi Vin. Tapi entah mengapa aku percaya di balik hal buruk yang pernah ia lakukan adalah yang membuatnya melakukan hal itu.
*Tepokjidad* positif thinking banget aku anaknya wkwk

Teruss di belahan kota ada yang bernasib hampir sama. Namanya Nic. Ia baru saja dipecat karena alasan yang bukan kesalahannya. Terus karena merasa sedih dan patah hati Nic menerima pekerjaan untuk menjadi penulis bayangan untuk Rosetta Vasari. Dan di sinilah pertemuan mereka berdua.

Dengan membawa luka masa lalu, Vin berusaha bangkit dari kenangan-kenangannya lalu ia pun bertemu dengan Nic. Baginya Nic sangat unik dan menyenangkan. Dia merasa nyaman. Tapi kan nggak mungkin sebab Nic sudah bertunangan. Huaaa gimana donggg:(

Ohiyaa, balik lagi ke awal kenapa aku bisa berpikir positif terhadap Vin sebab di pertengahan cerita ia menjelaskan kenapa ia membatalkan pernikahan dengan dua mantan calon istrinya. Dan aku setuju sih dengan tindakan yang dilakukan oleh Vin sebab bagaimana pun kita tidak bisa meneruskan suatu hubungan kalau salah satunya tidak sefrekuensi gitu.

”Tak ada yang salah dengan membatalkan pernikahan. Banyak orang melakukannya. Menurutku, batal lebih baik daripada harus menjalani kehidupan yang tidak kalian harapkan, dan orang memang akan selalu bergosip, tak peduli keputusan itu benar-salah.”

Pernah nggak sih kalian baca buku dan tertarik dengan latar belakang yang diceritakan karena penulisnya menceritakan itu secara detail dan hidup?

Iyaa, aku pernah. Dan salah satunya aku nemu hal itu di buku ini.
Aku menyukai bagaimana cara penulis menjelaskan tentang lokasi-lokasi di Itali terutama di Tuscany. Penjabarannya itu seperti kita ikut ke dalam ceritanya. Penjelasan tentang makanan, wine, bagaimana cara memproduksinya serta banyak hal lainnya. Gatau dehh mau menuliskannya bagaimana. Intinya tuh aku sukaa.

Selain itu, aku juga suka dengan tiap karakter tokohnya. Bagaimana Vin yang bangkit dari rasa patah hati, bagaimana Nic menyikapi permasalahan hidupnya yang ternyata sangat rumit apalagi ketika dia harus tahu rahasia tentang ibu kandungnya (walau di sini agak kurang di sorot konfliknya dari segi ayah Nic) bagaimana keluarga Vin menerima kehadiran Nic dengan sangat baik. Seperti ada perasaan damai ketika melihat interaksi antar sesama tokohnya.

Terakhir adalah aku menyukai cara penyelesaian masalah dalam cerita ini. Aku bahas bagian ketika Nic harus memilih antara pekerjaan dan cinta. Iyaa, itu selalu membuat seseorang bingung, kan? Dan wajar saja dengan Nic. Dia juga bingung memilih apa ia harus mempertahankan cintanya atau tetap kembali ke pekerjaan yang sangat ia cintai. Dan apapun yang Nic pilih aku suka dengan keputusan yang ia ambil. Bahwa ia adalah wanita dewasa yang bisa memilih mana yang baik untuknya.

Ohiya, cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu sudut pandang Vin dan Nic. Jadi tiap pergantian bab nanti penulis juga menuliskan kalau ini sedamg memakai sudut pandang siapa. Serta di setiap bab juga diselipkan quote-quote yang berhubungan dengan bab tersebut. 

Novel ini aku rekomendasikan untuk kalian yang suka dengan buku terjemahan sebab aku merasakan novel ini pembawaannya itu seperti novel terjemahan. Dan novel ini bisa dibaca ketika sedang santai. Sekian ulasan dari aku. Terima kasih untuk yang sudah baca yaa. 

“Belajar mempercayainya, Vin. Sebuah hubungan hanya akan berhasil kalau kalian saling percaya. Satu lagi, cinta adalah dua orang yang tidak menyerah akan satu sama lain.”

Posting Komentar