-->

Book Review The Perfect Macth - Ika Vihara



Judul: The Perfect Macth
Penulis: Ika Vihara
Penyunting: Afryanti P. Pardede
Penata letak: Divya P.L.K
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-623-00-2503-7

Blurb:

Edvind Raishard Rashid merasa telah memilki segalanya. Sukses berkarier sebagai dokter, segera mewujudkan cita-cita menjadi geneticist, dan tidak pernah kesulitan mendapatkan teman kencan. Ketika Edvind bertemua Nalia Kahlana—kandidat doktor yang memiliki abandonment issue—baru Edvind menyadari ada yang kurang dalam hidupnya. Dan dia harus menikah dengan wanita yang mencintai dan dicintainya.

Sudah lama Nalia berhenti memercayai cinta dan pernikahan. Pengalaman menunjukkan dua hal tersebut lebih banyak membawa penderitaan. Edvind—yang tidak pernah melibatkan perasaan dalam menjalin hubungan—seharusnya memenuhi kriteria laki-laki yang dicari Nalia, seandainya saja Edvind tidak jatuh cinta pada Nalia.

Dua orang dengan  prinsip hidup berbeda tidak akan menjadi pasangan sempurna, Nalia meyakini itu. Namun, Edvind gigih mencari celah untuk mengubah pandangan Nalia. Mampukah Edvind menunjukkan kepada Nalia bahwa segala luka di hati Nalia bisa sembuh dengan cinta? Apakah Nalia bisa terlepas dari belenggu masa lalu sehingga dia bisa memiliki masa depan berbeda bersama Edvind?

***

Untuk bisa bahagia, setiap orang harus menjalani hidup dengan cara masing-masing. Tidak bisa mengikut cara orang lain. Jika tidak bahagia, maka mereka harus memiliki keberanian untuk mengubah cara menjalani hidup dan memulai dari awal.

Halooo! Bertemu lagi di postingan terbaru aku. Kali ini aku akan mengulas sebuah buku romance yang isinya bercerita tentang kesehatan mental. Sebelum lanjut, aku ingin menuliskan bahwa aku dan kita semua harus tahu kalau kesehatan mental itu sangat penting. So, mulai sekarang yuk kita mulai aware sama lingkungan sekitar kita. Banyak dari orang-orang terdekat kita yang masih membutuhkan sebuah rangkulan untuk mereka bisa merasa baik-baik saja.

The Perfect Macth menceritakan tentang dua manusia yang sama-sama tidak sempurna tetapi berusaha untuk mengisi setiap ketidaksempurnaan itu sendiri.

Edvind yang dikenal sebagai playboy—yang dekat dengan banyak wanita tapi tidak ingin memiliki hubungan serius—pada satu ketika ia di pertemukan dengan sosok wanita yang membuat ia merasakan suatu perasaan yang asing. Edvind tidak terlalu percaya dengan pernikahan karena sesuatu yang terjadi di masa lalunya, hingga akhirnya ia bertemu Nalia.

Nalia sosok wanita hebat yang bekerja sebagai guru kelas inkluksi. Bisa ku katakan Nalia seperti definisi wanita yang hatinya bagaikan malaikat. Tapi siapa yang menyangka kalau Nalia memiliki abandonment issue—ketakukan diabaikan hingga ditinggalkan oleh pasangan atau orang terdekatnya. Sejak kecil dia sudah di buat patah hati serta di tinggalkan oleh sosok lelaki yang sangat ia sayangi dan cintai.

Lalu, semesta mempertemukan Nalia dengan Edvind. Mereka berkenalan, saling membagi sedikit rahasia masing-masing sampai pada akhirnya Nalia mulai jatuh cinta tapi semua yang terjadi tidak semudah yang ia bayangkan. Mencintai Edvind sama saja dengan menyerahkan dirinya untuk di tinggal sewaktu-waktu. Nalia dengan ketakukan akan masa lalunya serta Edvind dengan niatnya bertobat dari banyaknya kencan buta.

Bagaimana akhir dari kisah mereka?

Kamu langsung tahu kamu telah kehilangan seseorang yang tepat untukmu begitu dia melangkah pergi meninggalkanmu. Karena pada detik itu juga kamu merasakan hidupmu tidak akan pernah sama lagi.

Bagi kalian yang sudah pernah membaca buku-bukunya Kak Ika Vihara pasti tahulah setiap alur cerita yang di buat akan membuat kita sebagai pembaca penasaran. Tidak hanya bercerita tentang romantika saja, buku ini juga mengisahkan tentang kesehatan mental. Tentang anak-anak luar biasa, tentang luka-luka masa lalu yang membekas sampai mereka beranjak dewasa, tentang keegoisan seorang ayah, tentang berdamai dengan sosok di masa lalu, tentang menerima serta memaafkan.

Dengan tebal buku 300 halaman lebih Kak Ika berhasil menciptakan sebuah cerita yang mengaduk-aduk perasaanku sebagai pembaca. Karakter setiap tokoh mempunyai sisi baik dan buruknya. Ada kalanya aku kesal sama Edvind dan ada kalanya aku marah sama Nalia. Serta aku juga suka dengan penggambaran profesi setiap tokoh karena Kak Ika benar-benar mengulik profesi itu, bukan sekedar profesi yang hanya tempelan saja untuk kebagusan ceritanya. Misal seperti profesi Nalia sebagai guru kelas inkluksi di situ di jelaskan bagaimana kita sebagai pendidik harus paham dengan anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus. Dan yaa, poin plus dari aku Kak Ika selalu berhasil membuat tokoh-tokoh ceritanya menjadi inspirasiku dalam segi pendidikan yang mereka tempuh. 

Satu hal yang paling aku suka dari cerita penulis tentang tema pernikahan yaitu penulis benar-benar memperhatikan kematangan usia dan pemikiran ketika menjadikan tokoh-tokohnya siap untuk menikah.

Dalam hati dan benakku, aku merasa aku punya ibu. Cinta Mama masih bisa kurasakan sampai sekarang. Aku percaya Mama mencintaiku. Mama meninggal, tapi aku merasa Mama selalu ada di sini bersamaku.

Qoute di atas adalah salah satu qoute favoritku. Karena aku merasakan seperti apa yang di rasakan Nalia. Ketika Mama sudah tidak ada di sisiku lagi tapi aku enggak pernah merasakan perasaan sepi ataupun sedih karena aku tahu bahwa Mama selalu ada di dalam hati dan benakku.

Mengutip sedikit Author Note dari kakak penulis—karena aku selalu suka Author note beliau; menuntut diri menjadi sempurna, atau mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna, hanya akan membuat kita—lama kelamaan menjadi—stres dan kondisi itu akan mempengaruhi kesehatan kita, baik fisik maupun mental. Mari kita ingat; satu kesalahan tidak akan membuat hidup kita menjadi cela selamanya dan satu kegagalan tidak akan membuat kita menjadi hina sepanjang hidup kita.

Okee, sekian. 

Baca juga

Posting Komentar